Puskesmas Tempeh merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang berupaya untuk menyediakan pelayanan yang ramah anak. Hal ini sesuai dengan KOnvensi Hak Anak yang termasuk klaster kesehatan dan kesejahteraan anak antara lain pencegahan stunting (anak tumbuh kerdil) pemberian ASI eksklusif dan pencegahan perokok anak ..
Menurut Studi Status Gizi Balita Indonesia 2019, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 27,8 persen dan menurut Profil Kesehatan 2018 hanya 65,16 persen bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.Prevalensi perokok anak pun cukup mengkhawatirkan karena terus meningkat. Riset Kesehatan Dasar 2013 menemukan prevalensi perokok anak mencapai 7,2 persen, kemudian meningkat menjadi 9,1 persen menurut Riset Kesehatan Dasar 2018.
Pemenuhan indikator puskesmas ramah anak dilakukan secara bertahap baik melalui Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) maupun Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Pelayanan kUKP untuk anak anatar lain poli KIA , Poli imunisasi ,poli tumbuh kembang, tersedianya ruang rawat inap ramah anak, tersedianya ruang tunggu ramah anak ,tersedianya ruang laktasi dan tersedianya alur loket khusus ibu dan anak.
Di bidang UKM pelayanan melalui program gizi masyarakat ,kunjungan dan pelacakan balita dengan masalah gizi, cooking class, kelas ibu balita, penerapan Sekolah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) , imunisasi, taman posyandu, program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk akses sanitasi yang layak, pengukuran kadar iodium pada garam yang beredar, pemberian vitamin A dan obat cacing dan Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) .
Puskesmas Tempeh juga telah menerapkan program inovasi yang ramah anak yaitu SIDERA (Stimulasi Deteksi Dini Ramah Anak )