UPT. Puskesmas Tempeh

20 September 2022   138 kali  
Maksimalkan P4K dengan Gandeng PMI. Puskesmas Tempeh Turunkan AKI AKB
Maksimalkan P4K dengan Gandeng PMI. Puskesmas Tempeh Turunkan AKI AKB

Ditengah-tengah kemajuan tehnologi dan ilmu pengetahuan yang semakin pesat, isu tentang tingginya Angka kematian Ibu ( AKI ) dan Angka Kematian Bayi ( AKB ) masih menjadi salah satu permasalahan pokok yang ada di Indonesia. Dalam menyikapi hal tersebut pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan AKI dan AKB, salah satunya melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi ( P4K ). Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah kegiatan yang di fasilitasi oleh bidan dalam rangka meningkatkan peran aktif suami, keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya komplikasi pada saat hamil, bersalin dan nifas, termasuk perencanaan menggunakan metode Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan dengan menggunakan stiker P4K sebagai media pencatatan sasaran. 

Pada pelaksanaan P4K Puskesmas Tempeh telah melakukan berbagai kegiatan yang mendukung program tersebut, salah satunya dengan mengadakan sosialisasi dan pemantapan Program P4K  melalui kegiatan pertemuan yang di adakan di tiap-tiap desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tempeh. Adapun sasaran dari pertemuan tersebut terdiri dari berbagai kelompok antara lain : tokoh masyarakat sebagai stake horder, tokoh agama, kader kesehatan, keluarga ibu hamil dan juga perwakilan masyarakat yang dianggap mampu untuk menyampaikan pendapat atau aspirasi., Dalam pertemuan tersebut selain disampaikan tentang pengertian dan tujuan  adanya Program  P4K , juga dijelaskan tentang siapa saja yang terlibat dalam program tersebut serta peran dari masing-masing kelompok masyarakat. Selain itu, melalui pertemuan tersebut dilakukan pembentukan pengurus serta penanggungjawab kegiatan, pembuatan kerja sama  dengan pemilik kendaraan ( ambulan desa ) juga membahas tentang rencana tindak lanjut dari hasil pertemuan. Di beberapa desa yang sudah terbentuk pengurus/struktur organisasi nya, pertemuan sosialisasi dan pemantapan P4K hanya bersifat mereview dan menghidupkan kembali keberlangsungan kegiatan P4K, juga sebagai evaluasi dari kegiatan P4K yang ada di desa tersebut. Kerja sama dengan pihak PMI juga telah dilaksanakan di beberapa desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas tempeh. Hal ini berkaitan dengan tersedianya data donor darah yang telah siap bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Pada dasarnya peran serta aktif dan dukungan dari masyarakat, sangat berpengaruh dalam kelangsungan pelaksanaan P4K yang ada di wilayah tersebut. Kaitannya dengan salah satu kondisi yang memperberat terjadinya kematian ibu yang kita kenal dengan istilah “ 3 Terlambat “ yaitu terlambat dalam mengambil keputusan, terlambat mencapai tempat rujukan serta terlambat dalam mendapatkan penanganan/pertolongan yang tepat di fasilitas Kesehatan. Hal tersebut akan dapat dicegah dengan adanya kegiatan P4K yang benar-benar mendapat dukungan dari masyarakat.

Harapannya melalui Program P4K dengan stiker yang ditempelkan di rumah ibu hamil, maka diharapkan setiap ibu hamil akan tercatat, terdata dan terpantau secara tepat. Dengan data dalam stiker, suami, keluarga, kader, dukun, bersama bidan di desa dapat memantau secara intensif keadaan dan perkembangan kesehatan ibu hamil. Selain itu agar ibu hamil mendapatkan pelayanan yang sesuai standar pada saat antenatal, persalinan dan nifas sehingga proses persalinan sampai dengan nifas termasuk rujukannya dapat berjalan dengan aman dan selamat. Pada akhirnya tujuan pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB dapat segera terwujud dan derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat secara optimal.(ira/ima)

Banyak Dibaca

SURVEI DARING RE AKREDITASI
27 September 2023 443 kali Baca...




PERTEMUAN GURU UKS/M
16 September 2022 152 kali Baca...
PENGHARGAAN FRC TERBAIK 1
20 Desember 2023 122 kali Baca...
VALIDASI PROGRAM LANSIA
03 Juni 2024 103 kali Baca...