UPT. Puskesmas Tempeh

07 Juni 2023   304 kali  
PERLUAS PARTISIPASI MASYARAKAT ATASI STUNTING, PKM TEMPEH SOSIALISASIKAN INOVASI SIDERA BERAKZI
PERLUAS PARTISIPASI MASYARAKAT ATASI STUNTING, PKM TEMPEH SOSIALISASIKAN INOVASI SIDERA BERAKZI

Lumajang – Puskesmas Tempeh Kabupaten Lumajang memperkuat komitmen percepatan penanggulangan stunting yang melibatkan lintas sektor sekecamatan Tempeh. Penguatan tersebut dicanangkan melalui agenda penandatangan komitmen bersama untuk mencegah dan menurunkan  stunting se wilker  Puskesmas Tempeh. Pihak-pihak yang berkomitmen adalah pemangku kepentingan (Camat bersama Forkopimca, Kepala UPT se Kecamatan, perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Koordinator PLKB, Pemerintahan Desa bersama para kadernya.

“Peningkatan upaya percepatan penanggulangan stunting di Kecamatan Tempeh perlu adanya penguatan dukungan pemangku kepentingan serta partisipasi pihak luar baik masyarakat, lembaga ,corporate maupun  swasta untuk seluas-luasnya berperan serta dalam program puskesmas .” kata Kepala Puskesmas Tempeh di Aula Puskesmas Tempeh, Rabu (31/05/2023).

Selain itu juga  dilakukan upaya penguatan tim stunting tingkat desa baik sumberdaya manusia, sarana prasarana dan softskill nya . Harapan dari kegiatan ini adalah menjadikan Desa sebagai sentral pemulihan gizi. Aktivitas yang telah berjalan dari hulu ke hilir terus dimaksimalkan seperti perubahan perilaku pada skrining remaja, bimbingan perkawinan (binwin)  dan mengoptimalkan peran kader KPM untuk memenuhi sasaran berkunjung ke posyandu ,pendampingan keluarga resiko stuntimg dengan kolaborasi kader TPK serta pemberdayaan orang tua,kader dan guru PAUD dalam SDIDTK. Peningkatan layanan faskes dalam intervensi spesifik dikuatkan lagi antara lain pemeriksaan calon pengantin (Catin), IMD -ASI eksklusif, ANCT berkualitas, rujukan dini berencana pada  kasus bumil  resti komplikasi dan  pelayanan SDIDTK yang berkualitas serta rujukan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTRL) bagi balita stunting dengan kasus khusus.
Berdasarkan hasil bulan timbang wilker Puskesmas Tempeh masih terdapat balita stunting sebanyak 157 orang yang tersebar di 8 desa dimana 78 diantaranya berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu angka bumil KEK dan resiko tinggi  tercatat 32 orang dimana 17 diantaranya keluarga kurang mampu.

Oleh karenanya dr. Ima Rifiyanti selaku kepala Puskesmas Tempeh meminta kepada pemangku kepentingan untuk memastikan keberpihakan pada masyarakat rentan (kurang mampu ) dalam hal kepastian kepemilikan kartu JKN/KIS, bantuan tunai maupun pangan, jamban, bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sanitasi rumah, inisiasi ketahanan pangan melalui KRPL atau pawon urip, kebijakan penguatan pangan sumber protein dan lemak hewani, dan bantuan lainnya termasuk PMT pangan lokal serta kepemilikan dokumen kependudukan yang lengkap. Kapus Tempeh juga mengharapkan ada upaya penggalangan partisipasi  dalam berbagai skema untuk terwujudnya bantuan intervensi gizi spesifik dalam bentuk PMT tumbuh kejar pangan lokal dan PMT bumil KEK.
Program inovasi SIDERA pada tahun ini tumbuh berlanjut dalam intervensi sensitif untuk perubahan tren perilaku pergaulan bebas pada remaja menuju perilaku sehat anti stunting. Kegiatan Edukasi Reproduksi Dariku Untuk Mu (DIARI-KU) telah diimplementasikan bekerjasama dengan Universitas Jember kampus Akper Lumajang dan SMA 1 Tempeh . Kader sebaya DIARI KU akan mengedukasi peer group nya melaporkan dan merujuk ke faskes jika didapatkan kasus reproduksi remaja.

 “Kami akan menyisir beberapa poin permasalahan terkait percepatan penanggulangan angka stunting yang belum bisa dicover oleh JKN, nantinya akan menjadi poin kolaborasi dan koordinasi di tingkat kecamatan.” ujar Camat Tempeh. Beliau juga menyampaikan bahwa pelibatan corporate harus melalui mekanisme  satu pintu melalui Bappeda .
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis Buku Resep PMT Pangan Lokal yang merupakan hasil karya kolaborasi puskesmas bersama para kader yang dibagikan gratis ke semua posyandu dan tim stunting desa. 

Banyak Dibaca

SURVEI DARING RE AKREDITASI
27 September 2023 461 kali Baca...




PERTEMUAN GURU UKS/M
16 September 2022 160 kali Baca...
PENGHARGAAN FRC TERBAIK 1
20 Desember 2023 130 kali Baca...
VALIDASI PROGRAM LANSIA
03 Juni 2024 112 kali Baca...