Kesehatan reproduksi remaja dapat diartikan sebagai kondisi sehat pada sistem, fungsi, dan proses reproduksi yang dimiliki remaja, dari fisik, mental, dan sosial kultural. Saat ini tidak sedikit orang, baik dari kalangan remaja maupun orang dewasa yang masih menganggap tabu akan hal-hal yang berkaitan dengan reproduksi, sehingga hal tersebut memicu rasa tidak nyaman ketika membahasnya dan akan cenderung untuk menghindari topik-topik semacam itu. Maka sudah semestinya Pendidikan Seks (Sex education) diberikan kepada anak-anak yang sudah beranjak remaja.
Pendidikan Seks (Sex education) sangat perlu sekali untuk mengantisipasi, mengetahui atau mencegah kegiatan seks bebas dan mampu menghindari dampak-dampak negatif lainnya. Memperhatikan hal di atas maka UPT Puskesmas Tempeh mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja di lembaga pendidikan Yayasan Darul Ulum Pandanwangi yang terlaksana pada Senin, 5 Sepember 2022. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih sejumlah 130 peserta dari siswa kelas VI hingga XII.
Selain penyuluhan kesehatan reproduksi para siswa juga mendapatkan penyuluhan tentang bahaya NAPZA dan KTR (Kawasan Tanpa Rokok). Hal ini bertujuan agar remaja dapat menerapkan pola perilaku sehat, yaitu terhidar dari pernikahan dini, seks pra-nikah atau seks bebas, serta terhindar dari penyalahgunaan NAPZA. Para peserta cukup antusias menyimak materi-materi yang disampaikan oleh narasumber dan mampu terlibat secara aktif, sehingga kegiatan penyuluhan ini berlangsung dengan sistem dua arah.
Adapun hasil yang diharapkan setelah kegiatan penyuluhan ini yakni remaja akan lebih terbantu dalam proses pendewasaan diri serta menjadi remaja bertanggung jawab dan berkualitas.(Lail)